Sejarah Ekspansi Wilayah India dan Munculnya Konflik Kebudayaan
- Tuesday, 17 April 2018
- Posted by udin
- 0 Comments
PokerOnline-Setelah berhasil menaklukan seluruh wilayah bekas kerajaan Persia, Alexander segera membuat peraturan baru agar semua wilayah hasil ekspansi Makedonia yang sangat luas dengan budaya yang berbeda dapat disatukan dalam satu kebudayaan yang sama.
Alexander tidak serta merta menghilangkan kebudayaan yang sudah ada, ia bahkan mengadopsi unsur budaya warisan Persia kedalam kebijakan pemerintahannya di wilayah barunya itu.
Beberapa unsur budaya Persia yang coba diterapkan oleh Alexander adalah cara berpakaian masyarakat di seluruh wilayah Persia, dan bentuk istana Persia yang dipertahankan sesuai dengan aslinya.
PokerOnline-Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh masyarakat pun tidak dihilangkan seperti mencium tangan secara simbolis, serta sikap sujud di tanah di depan para pemimpin. Namun, sikap yang diambil oleh Alexander ini cukup berdampak pada keadaan pasukannya yang berasal dari Makedonia dan Yunani.
Mereka berpendapat seharusnya Alexander tetap menerapkan kebudayaan Makedonia di wilayah Persia itu. Alexander pun memutuskan untuk menikahi seorang wanita Persia bernama Roxane sebagai bagian dari kepentingannya mencari simpati rakyat Persia.
Ketidakpuasan pasukan Alexander dari kelompok Makedonia dan Yunani bahkan sampai pada upaya pembunuhan rahasia terhadap sang penguasa itu. Alexander bukannya tidak mengetahui niatan dari pasukannya itu, ia hanya tidak ingin masalah itu menjadi lebih pelik dan mengganggu kekuasaannya.
Alexander kemudian memerintahkan salah seorang petinggi pasukan Mecodonia, Philotas, untuk membongkar upaya pembunuhan terhadapnya. Tetapi Philotas gagal mengungkapnya, hingga akhirnya ia dihukum mati oleh Alexander.
Meski harus menghadapi kenyataan bahwa di dalam pasukannya mulai muncul benih pemberontakan, Alexander tetap melanjutkan ambisi ekspansinya ke arah timur. Daerah yang kali ini menjadi incaran kekuasaannya adalah anak benua India.
Alexander memutuskan untuk tidak menggunakan kekerasan pada saat penaklukan wilayah baru itu. Ia lalu mengundang seluruh penguasa lokal dari bekas kekuasaan Gandara, yang kini dikenal dengan Pakistan.
Saat pertemuan itu, salah seorang penguasa besar yang wilayah kekuasaannya membentang dari Indus sampai Hydaspes, bernama Omphis, bersedia tunduk di bawah pimpinan Alexander. Namun, beberapa penguasa, khususnya yang berkuasa di wilayah perbukitan, seperti Aspasioi dan Assakenoi menolak untuk tunduk begitu saja kepada Alexander.
PokerOnline-Melihat beberapa wilayah tidak mau tunduk, Alexander kemudian memerintahkan pasukannya melancarkan serangan militer ke wilayah-wilayah tersebut. Upaya invasi pasukan Alexander dilakukan pada musim dingin tahun 326 SM terhadap suku Aspasioi dari lembah Kunar, suku Guraeus dari lembah Guraeus, dan suku Assakenoi dari lembah Swat dan Buner.
Hampir semua suku-suku perbukitan itu memberikan perlawanan sengit terhadap pasukan Alexander. Tetapi yang paling berbahaya adalah perlawanan yang dilakukan oleh suku Assakenoi. Pasukan Alexander dihadapkan pada beberapa benteng kuat yang dimiliki suku Assakenoi, yang memang terkenal sebagai suku paling kuat dalam melakukan pertahanan.
Assekenoi memeliki 3 benteng kuat, yaitu benteng Massaga, benteng Ora, dan benteng Aornos. Akhirnya pertahanan mereka dapat ditaklukan oleh pasukan Alexander setelah melakukan pertempuran selama berhari-hari. Pertempuran itu menjadi pertempuran paling sengit yang pernah dialami oleh pasukan Makedonia selama melakukan invasi.
Alexander kemudian membawa pasukannya menyeberangi sungai Indus, ke arah timur. Di sisi timur sungai Indus, pasukan Alexander harus berhadapan dengan pasukan Punjab di bawah komando Raja Puru. Pertempuran itu dikenal dengan nama Hydaspes, yang berlangsung sangat sengit pada pertengahan tahun 326 SM.
Alexander sangat terkesan dengan keberanian serta kegigihan Raja Puru ketika memimpin pasukannya mempertahankan wilayahnya. Alexander lantas menawarkan kesepakatan dan mengangkatnya menjadi penguasa di wilayah India di bawah kerajaan Makedonia.
Alexander menginginkan adanya pengaruh orang lokal untuk mengendalikan daerah kekuasaan Makedonia yang letaknya terlampau jauh dari pusat kerajaan di Makedonia.
udin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments: